Menu ||

Menu X

Part 2: Sekapur Sirih, Meniti Jalan Sukses dan Memberi Manfaat

Sekapur Sirih part 2

Nama saya, Rendra Masdrajad Safaat, memiliki makna yang dalam. Ibunda saya, Dinah Sukowati, memiliki tujuh saudara dan semua nama saudara laki-lakinya menggunakan awalan “Mas”, seperti Masprihatin, Masduki, Mastajuwit, dan lainnya. Sang kakek memberikan nama saya Masdrajad Safaat dengan harapan agar saya berderajat tinggi dan banyak memberi manfaat kepada orang lain. Sementara “Rendra” diberikan oleh ibu yang mengagumi penyair nasional, WS Rendra.

Setelah perceraian, ibu menikah lagi dengan Kepala Kandepdikbud Bondowoso, Sukardi BCHK, yang kemudian memberinya seorang adik bernama Deny Sukardiono. Saya tinggal bersama ibu di rumah dinas guru yang berdampingan dengan sekolah. Di situ, saya hidup sangat sederhana dan bekerja keras membantu ekonomi keluarga. Saya sering membantu ibu berjualan es lilin dan beberapa makanan lain yang dititipkan di koperasi sekolah. Semua tantangan ini berhasil membentuk mental petarung dan tangguh dalam diri saya.

Perjalanan saya kemudian membawa saya hijrah ke Kota Malang dan sukses menjadi pengusaha properti. Kini, saya adalah komisaris Primaland, developer hunian Islami pertama di Kota Malang. Saya telah berhasil mewujudkan hunian Islami, mulai dari proyek The Prima Tunggulwulung, hingga memiliki beberapa perumahan di Malang Raya dan Bondowoso. Di Bondowoso, saya memiliki sekitar 7 hektare lahan perumahan, dan saya selalu menyempatkan waktu untuk menjenguk orang tua setiap kali ke sana.

Proyek terbaru saya adalah Wangsakarta di Karangploso, Kabupaten Malang, dengan luas sekitar 10 hektare lebih. Sebelumnya ada Adyna Residence, yang namanya diambil dari nama ibu saya, dan Myrra Residence di sekitar Vinolia, yang namanya diambil dari nama istri saya, Mira Susauda. Selain itu, ada Azzahra Residence, Azzahra Town House, Bhumi Astagina, dan Puri Astagina.

Konsep hunian Islami yang saya tawarkan adalah tanpa bank dan tanpa riba, dengan transaksi yang langsung ke pihak perusahaan. Konsep ini berawal dari keyakinan saya pada tahun 2013 bahwa akan banyak penggemar dan berkah dalam konsep ini. Respons pasar ternyata sangat positif. Konsep tanpa riba, tanpa denda, dan tanpa sita ini terus berkembang hingga saat ini.

Selain perumahan, saya mencoba merambah ke bisnis restoran dan wisata. Pada tahun 2022, saya mendirikan Resto Taman Bumi Langit di Tasikmadu, dan pada tahun 2023, saya bersama teman-teman mendirikan Malang Skyland di Karangploso. Prestasi saya diakui dengan penghargaan sebagai developer terbaik versi Asosiasi Developer Syariah tahun 2022 dan dua kali dari Radar Malang Award.

Kini, selain mengurus bisnis perumahan, saya juga aktif dalam kegiatan sosial. Saya membangun masjid As Syafaat sebagai fasilitas publik perumahan, menyediakan ambulans gratis untuk masyarakat di Kota Malang, dan mengadakan acara-acara CSR.

Begitulah sekapur sirih, bagaimana saya, Rendra Masdrajad Safaat, menaklukkan tantangan hidup dan menjadikannya bermakna bagi diri, keluarga, dan masyarakat luas. Terimakasih telah mengikuti perjalanan hidup saya… saya juga telah merumuskan tips dan trik sukses saya menjadi 8 Resep, jadi ikuti terus kelanjutanya ya! 

Bersambung…

Baca juga kisah sebelumnya di Part 1: Sekapur Sirih, Beban Menjadi Tantangan