MALANG – Pembangunan drainase di Jalan Renang, Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang belakangan ini menimbulkan keluhan dari warga.
Pengerjaan justru dimulai dari jalur lurus, sementara titik tikungan yang sempit belum disentuh sama sekali. Akibatnya, kendaraan, terutama mobil, kesulitan ketika harus berpapasan.
Kemarin sore, saat saya memantau kondisi di lokasi, kemacetan terlihat jelas di kawasan tersebut, khususnya ketika jam pulang sekolah. Jalan yang sempit ditambah adanya galian membuat arus lalu lintas tersendat dan aktivitas warga terganggu.
Baca Juga: Menjaga Taman Bibit Mojolangu sebagai Ruang Terbuka Hijau Bersama
Menurut saya, pengerjaan drainase seharusnya diprioritaskan pada titik tikungan lebih dulu. Kondisi jalan di sana sempit, sehingga jika pengerjaan malah dimulai dari jalur lurus, potensi kemacetan justru semakin besar. Hal itu bahkan sudah terbukti terjadi saat jam sibuk kemarin sore.
Saya menilai perlunya koordinasi yang lebih matang antara pelaksana proyek dan pemerintah. Dengan perencanaan yang tepat, pembangunan bisa berjalan lancar tanpa menimbulkan keresahan maupun gangguan aktivitas warga.
Setiap pembangunan infrastruktur di Kota Malang harus diselesaikan dengan mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Selain fungsi drainase untuk mencegah banjir, kelancaran arus lalu lintas juga sama pentingnya.
Saya berharap Pemkot Malang segera menindaklanjuti persoalan ini, agar pengerjaan drainase bisa diselesaikan sesuai skala prioritas dan tepat waktu. Dengan begitu, potensi kemacetan berkepanjangan dapat diminimalisir.
Baca Juga: Hari Tani Nasional 2025: Perkuat Pertanian Lokal untuk Kesejahteraan Petani