Menu ||

Menu X

Part 36: Sekapur Sirih Resep Ketujuh, Tulus untuk Berbagi

Part 36: Sekapur Sirih Resep Ketujuh, Tulus untuk Berbagi

Kebaikan itu abadi. Meskipun waktu terus berlalu, teruslah melampauinya dan teruslah bermanfaat,”

_Rendra Masdrajad Safaat

Kebaikan adalah anugerah, meskipun waktu terus berlalu, kebaikan tidak akan pernah hilang. Itulah prinsip yang saya pegang teguh dalam menjalani kehidupan dan bisnis. Nama saya, Rendra Masdrajad Safaat, mengandung filosofi mendalam, mencerminkan niat saya untuk selalu membawa manfaat bagi sekitar. Prinsip ini bukan hanya sebuah narasi, tetapi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian saya. Di mana pun saya tinggal, dalam situasi apa pun, saya selalu berusaha untuk berbagi kebaikan.

Primaland adalah salah satu bentuk nyata dari manfaat yang lahir dari tangan saya. Primaland telah menjadi pelopor dalam model bisnis properti yang menerapkan sistem syariah, tanpa riba, dan tanpa keterlibatan bank. Sistem ini dirancang untuk melindungi konsumen dari jeratan utang yang tiada akhir, menawarkan solusi yang aman dan sesuai syariah.

Perjalanan saya menuju bisnis syariah ini bukanlah hal yang instan. Setelah 8 tahun berkecimpung di dunia properti, saya mulai menyadari dampak negatif dari praktik riba yang banyak menjerat umat Muslim. Kesadaran ini mendorong saya untuk berhijrah, memantapkan hati untuk mengubah peradaban menjadi lebih baik dengan mengedepankan prinsip-prinsip syariah.

Sifat tulus berbagi telah menjadi bagian dari diri saya sejak kecil. Hidup sederhana bersama ibu saya, Dinah Sukowati, di sebuah rumah dinas yang berdampingan dengan sekolah, membuat kehidupan saya tak jauh dari dunia pendidikan. Hampir setiap hari, rumah kami menjadi tempat berkumpul anak-anak sekolah untuk belajar dan bermain. Dalam situasi itu, ibu saya yang juga berjualan jajanan dan es, selalu dengan tulus berbagi makanan yang ada di rumah untuk mereka, meskipun terkadang dalam kondisi kekurangan. Teladan ketulusan berbagi dari ibu inilah yang tertanam kuat dalam diri saya hingga dewasa.

Baca juga part sebelumnya Part 35: Sekapur Sirih Resep Keenam, Keahlian Promosi

Ketulusan berbagi ini juga tercermin dalam komitmen saya sejak awal merintis Primaland, dengan mengalokasikan 12 persen dari keuangan perusahaan untuk kegiatan sosial melalui Yayasan Syafaat. Yayasan ini fokus pada pengelolaan masjid dan penggalangan dana bagi korban bencana alam dan kemanusiaan. Salah satu program sosial kami, “Primaland Satu Hati,” mengajak umat Islam untuk bergotong royong membantu umat Muslim di Palestina yang sedang dirundung perang. Dari hasil penjualan properti senilai Rp 2 miliar, Primaland mendonasikan Rp 100 juta untuk Palestina.

Selain kegiatan sosial, Primaland juga menyediakan layanan ambulans gratis bagi masyarakat, yang telah melayani lebih dari 100 pasien di wilayah Lowokwaru sejak di luncurkan pada Juni 2023. Fasilitas ini menjadi langkah nyata saya dalam mendukung kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Komitmen sosial yang saya pegang juga saya aplikasikan dalam kesejahteraan karyawan. Saya merumuskan kebijakan pembagian profit perusahaan untuk karyawan mencapai 30-40 persen, meskipun perusahaan masih dalam tahap merintis. Selain itu, saya selalu menyempatkan waktu setiap tahunnya untuk mengajak seluruh karyawan berwisata bersama dengan keluarga mereka, guna membangun solidaritas dan rasa kebersamaan di antara kami.

Bagi sebagian pengusaha, kebijakan yang saya terapkan mungkin di anggap gila, namun saya berhasil mematahkan anggapan tersebut dan membuktikan bahwa dengan berbagi, perusahaan dapat tumbuh pesat. Saya percaya bahwa sebagian rezeki yang saya terima adalah hak orang lain, dan berbagi adalah bentuk ibadah yang membawa kebahagiaan dan keberkahan. “Mungkin umur panjang Primaland itu karena berbagi. Saya cukup dapat gaji bulanan dari Primaland, yang penting kebermanfaatan sesama terus berjalan,” saya selalu katakan pada diri sendiri.

Bagi saya, berbagi telah menjadi pengalaman spiritual paling membahagiakan sepanjang hidup, dan saya melakukannya dengan tujuan mencari ridha Allah SWT. Prinsip saya, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.

Yang belum membaca part sebelumnya boleh nggih dari Part 1: Sekapur Sirih, Beban Menjadi Tantangan