Menu ||

Menu X

Part 34: Sekapur Sirih Resep Keenam, Terus Belajar untuk Mengembangkan Bisnis dan Diri

Terus Belajar untuk Mengembangkan Bisnis dan Diri

Jangan dikira bahwa semua keputusan yang saya ambil dalam menjalankan bisnis lahir tanpa pertimbangan yang matang. Sebetulnya, saya memiliki kecerdasan alamiah yang terus saya asah. Ditambah lagi, saya memang tipe orang yang selalu ingin belajar dan berkembang.

Sejak memutuskan untuk terjun ke dunia wirausaha, saya rajin mengikuti berbagai seminar kepemimpinan dan pelatihan. Dari satu seminar ke seminar lainnya, dari pelatihan ke pelatihan lainnya, saya terus memupuk diri, mengembangkan kapasitas, memperluas pengalaman, serta jaringan bisnis.

Kebiasaan ini pun saya tularkan kepada anggota tim. Saat pertama kali merintis Prima Land, saya bersama tim selalu aktif mengikuti berbagai seminar dan pelatihan, mulai dari manajemen, HRD, CEO, hingga pelatihan bisnis properti. Dari sinilah, kapasitas dan kemampuan saya serta tim terus berkembang, hingga akhirnya tim inti Prima Land diperkuat oleh individu-individu berkualitas.

Saya percaya, dan ini saya tekankan kepada seluruh anggota direksi, bahwa kita semua harus terus memperbarui wawasan, baik itu strategi bisnis maupun rumusan bisnis lainnya. Intinya adalah terus belajar dan jangan pernah berhenti. Namun, ada hal yang lebih penting, yaitu ketahanan mental. Tetap semangat walaupun menghadapi kerugian, dan yang terpenting adalah tetap istiqamah.

Baca juga part sebelumnya Part 33: Sekapur Sirih Resep Keenam, Membangun Sense of Belonging Karyawan

Sebagian besar kemampuan yang saya miliki saat ini adalah hasil belajar otodidak dari pelatihan dan pengalaman saya sendiri—learning by doing. Kemauan untuk terus belajar dan berkembang ini menuntun saya merumuskan strategi hidup yang melandasi setiap langkah dengan niat mencari rida Allah SWT. Dan hasilnya? Sangat mencengangkan.

Kekuatan spiritual ini saya peroleh dari pengalaman awal merintis Prima Land yang menawarkan konsep hunian tanpa riba. Pada masa-masa awal tren hunian syariah sekitar tahun 2020-2021, tantangannya sangat besar. Banyak orang yang juga terjun merintis konsep bisnis ini, namun banyak yang gagal dan menyerah. Saya bersyukur berhasil bertahan dan mampu meyakinkan banyak orang bahwa konsep hunian yang kami tawarkan aman dan terpercaya.

Tidak mudah menjual properti tanpa menggunakan bank, semuanya harus langsung cash. Namun, Alhamdulillah kami berhasil melewati masa-masa sulit tersebut. Berkat kegigihan dan tekad yang kuat, Prima Land kini tumbuh menjadi hunian strategis dan bernilai tinggi. Saya juga menambahkan berbagai nilai tambah pada hunian yang kami bangun, sehingga banyak konsumen yang tertarik. Hunian kami tidak di bangun di sembarang tempat. Saya memilih kawasan strategis di ring satu, dekat dengan pusat kota, pusat perbelanjaan, tempat pendidikan, tempat ibadah, dan lainnya. Hasilnya, 50 persen pembeli datang dari luar daerah, seperti Jakarta, Bandung, hingga Kalimantan. Sisanya, berasal dari Malang Raya.

Mendapat kepercayaan sebagai developer hunian islami bagi saya bukanlah tujuan akhir. Saya memiliki target untuk membawa Prima Land melakukan Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2025. Dengan menjadi perusahaan terbuka, saya berharap Prima Land dapat dikembangkan oleh generasi masa depan dengan SDM profesional yang dapat mengantarkan perusahaan ini berkembang signifikan di masa depan.

Dengan begitu, cita-cita besar saya untuk membebaskan umat dari jerat utang-piutang yang tidak masuk akal di masa depan bisa terwujud. Saya bermimpi besar untuk membantu saudara-saudara yang tidak mampu agar bisa memiliki rumah dengan cicilan terjangkau, tanpa riba, dan tanpa denda. Tidak seberat seperti yang selama ini kita lihat dan alami.

Yang belum membaca part sebelumnya boleh nggih dari Part 1: Sekapur Sirih, Beban Menjadi Tantangan