Menu ||

Menu X

Part 28: Sekapur Sirih Resep Kelima, Titik Balik dan Hijrah: Perjalanan Saya dalam Mewujudkan Impian

Titik Balik dan Hijrah: Perjalanan Saya dalam Mewujudkan Impian

Pada sekitar tahun 2008, saya mengalami titik balik signifikan dalam kehidupan bisnis saya. Saat itu, bisnis Forex yang saya jalani menunjukkan peningkatan yang cukup baik. Namun, perjalanan saya dalam dunia usaha juga penuh dengan liku-liku. Saya membuka berbagai lini usaha, termasuk Star Properti di Kota Malang, serta mencoba peruntungan dalam sewa mobil online. Sayangnya, usaha sewa mobil ini berakhir gagal setelah mobil yang disewa dibawa kabur. Selain itu, saya juga memodali teman dari STM Telkom, Andi Kristiono, untuk membuka server pulsa. Sayangnya, usaha ini hanya bertahan sekitar enam bulan sebelum akhirnya tutup.

Meskipun mengalami kegagalan, saya tidak menyerah. Saya terus mencari ide bisnis yang lebih menjanjikan. Di sinilah saya memulai Star Property, yang berfokus pada pemasaran properti secara online. Konsep awal dari bisnis ini muncul saat saya memiliki Prima Net. Saya memanfaatkan layanan internet dari Prima Net untuk menjalankan agen properti. Bisnis agen properti ini terasa lebih ringan karena tidak memerlukan modal besar, deposit, atau mobil operasional hanya memerlukan foto rumah dan tanah yang ingin dijual.

Saya berkeliling mencari rumah dan tanah yang di jual, memotret, dan mempostingnya. Jika ada yang tertarik, saya akan mengantar mereka untuk survei lokasi. Komisi yang saya peroleh bervariasi: 2,5 persen untuk rumah di bawah seratus juta, 2 persen untuk harga ratusan juta, dan 1 persen untuk harga miliaran rupiah. Salah satu transaksi terbesar saya adalah menjual properti seharga Rp 3 miliar. Bisnis ini cukup menguntungkan, dengan penjualan yang sering terjadi.

Baca juga part sebelumnya: Part 27: Sekapur Sirih Resep Kelima, Antusias Mewujudkan Impian

Selain menjual properti, saya juga membeli aset lelang dengan harga murah dan menjualnya dengan harga lebih tinggi, mendapatkan keuntungan tambahan dari aktivitas ini. Dengan waktu, saya membuka kantor Star Property sendiri dan memanfaatkan tempat di Prima Net Borobudur, dengan kavling-kavling yang ada: satu untuk game center, enam untuk Prima Net, dan delapan untuk Star Property. Saya juga melakukan promosi online untuk menarik orang-orang yang ingin menjual rumah dan tanah.

Suatu hari, saya mendapatkan kesempatan untuk menjual tanah di Perumahan Permata Jingga, yang merupakan perumahan mewah di Kota Malang. Kebetulan, saya pernah bermimpi memiliki rumah di lokasi tersebut. Saya akhirnya memutuskan untuk membeli tanah itu dan membangun rumah yang kini menjadi tempat tinggal saya.

Sementara itu, bisnis Forex masih berjalan hingga sekitar tahun 2012. Pada saat itu, saya di undang oleh Musa dan Rian untuk mengikuti pelatihan di Jakarta tentang bisnis tanpa riba. Pembicara dalam seminar tersebut adalah ustaz Syamsul Arifin. Dari pelatihan ini, saya menyadari bahwa usaha Forex dan agen IB yang saya jalani tidak mendatangkan berkah. “Karena bisa jadi kita hidup dari ruginya orang,” ujar saya, menyesali keadaan tersebut.

Saya memutuskan untuk hijrah dan meninggalkan bisnis agen IB, menyerahkannya kepada enam teman saya. Saya juga berusaha menghindari keterlibatan dengan bank, termasuk hutang bank dan kartu kredit. Setelah seminar, saya bernazar untuk melunasi semua hutang yang ada dan menutup bisnis IB. Dengan semangat baru, saya fokus pada usaha yang di anggap lebih berkah, yaitu Star Property dan Prima Net. Dari sinilah cerita Primaland dimulai sebuah proyek besar yang saya dedikasikan untuk mewujudkan impian saya dalam dunia properti dengan konsep Islami.

Perjalanan ini bukan hanya tentang mencapai kesuksesan materi, tetapi juga tentang memahami dan menjalankan prinsip-prinsip yang lebih tinggi dalam hidup. Setiap langkah yang saya ambil adalah hasil dari pembelajaran dan refleksi mendalam tentang makna sejati dari keberkahan dan kesuksesan.

Yang belum membaca part sebelumnya boleh nggih dari Part 1: Sekapur Sirih, Beban Menjadi Tantangan