Saya sebagai salah satu warga Kota Malang, tepatnya tinggal di daerah Lowokwaru, terpanggil untuk menjadi salah satu warga yang bisa menjadi bagian dari upaya pemerintah Kota Malang sebagai kota yang bisa memberikan kesejahteraan bagi warganya.
A. 8 Program Utama KEREN
Saya memiliki 8 Program Utama KEREN (Kreatif, Entrepreneurship, Responsif, Empowerment, Nasionalis) sebagai ikhtiar untuk mengupayakan dan mendorong program pembangunan Kota Malang, yang mengupayakan:
KREATIF
1. Membina Prestasi Olah Raga, Musik, dan Seni Budaya
Olah raga telah menjadi bagian dari hidup dan kehidupan manusia. Semangat berolahraga di seluruh lapisan masyarakat harus terus disemarakkan untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif. Kegiatan olah raga perlu untuk terus disemarakkan agar bisa menjadi budaya dan gaya hidup setiap masyarakat.
Menurut data BPS Kecamatan Lowokwaru Dalam Angka Tahun 2023, ketersediaan fasilitas olah raga di Kecamatan Lowokwaru yaitu terdapat 8 lapangan sepak bola dalam kondisi baik, 1 kondisi rusak sedang. 6 lapangan bola voli dalam kondisi baik, 1 dalam kondisi rusak parah. 9 lapangan bulu tangkis dalam kondisi baik, 1 dalam kondisi rusak sedang. 8 lapangan bola basket dalam kondisi baik. 3 lapangan tenis dalam kondisi baik. 11 tenis meja dalam kondisi baik, 1 dalam kondisi rusak sedang. 6 lapangan futsal dalam kondisi baik. 2 kolam renang dalam kondisi baik. 4 lapangan bela diri dalam kondisi baik. 2 tempat bilyard dalam kondisi baik. Serta 9 tempat fitness dan aerobik dalam kondisi baik.
Maka perlu menjadi perhatian kita semua untuk turut peduli membantu dan mendukung pemerintah dalam ketersediaan fasilitas olah raga yang layak bagi warga masyarakat. Pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan mulai dari usia dini hingga usia emas (golden age) perlu dioptimalkan dengan tersedianya sarana/prasarana dan sumber daya manusia keolahragaan yang cukup serta mengedepankan pendekatan Sport Science yang tepat dan menyesuaikan perkembangan zaman. Aktivitas olah raga juga berkontribusi pada pemeliharaan dan peningkatan kesehatan fisik dan mental, mengurangi risiko penyakit, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar senantiasa hidup dengan pola yang sehat.
Di bidang musik, pembelajaran dan praktik musik memungkinkan seseorang untuk mempelajari dan mengembangkan keterampilan bermain berbagai jenis instrumen musik dan mengembangkan bakat minat dan kemampuan di bidang seni. Di sisi seni budaya, terlibat dalam seni lukis, tari, atau teater memberikan kesempatan untuk merangsang kreativitas dan ekspresi diri. Selain manfaat individu, hal tersebut dapat membantu membangun karakter, mengajarkan nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, kerjasama, dan kepemimpinan.
Seni budaya memiliki peran khusus dalam merawat dan merayakan warisan budaya dan tradisi, sementara musik dan seni budaya dapat mempersatukan orang dari berbagai latar belakang sosial dan budaya, menciptakan hubungan sosial yang kuat.
Oleh karena itu, pembinaan prestasi dalam tiga bidang ini adalah investasi berharga dalam diri dan masyarakat, membawa manfaat jangka panjang dan menjadi penanda dan pembeda prestasi unggul warga kota Malang khususnya warga Kecamatan Lowokwaru.
2. Mendorong Industri Kreatif, Pariwisata dan Keunggulan Produk Lokal
Industri kreatif perlu menjadi salah satu program pemerintah yang diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam pertumbuhan ekonomi, penanggulangan pengangguran dan pengentasan kemiskinan. Industri kreatif juga menjadi salah satu solusi akan terbatasnya perusahaan penyedia lapangan pekerjaan bagi warga Kota Malang khususnya. Kreatifitas, ide-ide dan inovasi baru dari masyarakat Kota Malang yang beraktivitas di industri kreatif perlu didukung dan dikembangkan pemerintah, dan segenap komponen masyarakat termasuk perguruan tinggi, sekolah, organisasi kepemudaan, dan yang lainnya. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Malang untuk mewujudkan Kota Malang menuju Kota Kreatif Dunia Tahun 2025.
Dengan kehadiran Malang Creative Center (MCC) menjadi salah satu upaya untuk mendorong industri
kreatif, pariwisata, dan produk lokal semakin tumbuh dan berkembang.
Industri kreatif, pariwisata, dan produk lokal perlu mengajak dan mendorong generasi muda ikut aktif dan mereka harus dibimbing dan diarahkan agar menjadi generasi yang inovatif, adaptif, dan kolaboratif. Sektor industri kreatif memerlukan kerja tim yang kuat dan solid dalam menganalisa kebutuhan, keinginan, dan harapan masyarakat.
ENTREPRENURSHIP
3. Membangun Kewirausahaan UMKM dan Koperasi
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi garda terdepan dan memiliki peranan penting terhadap pertumbuhan perekonomian di Kota Malang termasuk di Kecamatan Lowokwaru. UMKM merupakan bagian dari perekonomian yang mandiri dan memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan dilihat dari peranan UMKM terhadap perekonomian yakni; sarana pemerataan tingkat ekonomi rakyat kecil, dan juga sebagai sarana pendapatan daerah.
Tercatat jumlah Usaha Mikro di Kota Malang mencapai 99.213 usaha, sebagai bagian dari kelompok pengusaha; dengan rincian di Kecamatan Kedungkandang sebanyak 21.045 usaha, Kecamatan Sukun 20.251 usaha, Kecamatan Klojen 17.034 usaha, Kecamatan Blimbing 19.414 usaha, dan sebanyak 21.469 usaha berada di Kecamatan Lowokwaru. Sementara itu untuk Usaha Kecil terdata di Kecamatan Kedungkandang sebanyak 1.876 usaha, Kecamatan Sukun 1.766 usaha, Kecamatan Klojen 2.395, Kecamatan Blimbing 1.674 usaha, dan di Kecamatan Lowokwaru 2.231 usaha. Adapun untuk klaster usaha menengah terdata 342 usaha berada di Kecamatan Kedungkandang, 428 usaha di Kecamatan Sukun, 1.622 usaha di Kecamatan Klojen, 608 usaha di Kecamatan Blimbing serta di Kecamatan Lowokwaru sebanyak 711 usaha.
Para pelaku UMKM ini sangat perlu menjadi prioritas untuk terus dilatih dan dibina agar memiliki kemajuan dalam bidang usaha masing-masing yang digeluti sebagai bentuk kegiatan yang sesuai dengan semangat wirausaha orang muda. Pemerintah dan seluruh aspek dari kelompok, komunitas dan gerakan pemberdayaan menggalakkan program wirausaha yang selama ini sudah banyak memberikan peran serta untuk membantu memajukan UMKM.
RESPONSIF
4. Perbaikan Perizinan dan Pelayanan Publik
Perbaikan perizinan dan pelayanan publik menjadi suatu keharusan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kepuasan masyarakat. Proses perizinan perlu disederhanakan dan dipercepat dengan memanfaatkan teknologi informasi. Penggunaan sistem online/daring dapat meminimalkan birokrasi, mengurangi waktu tunggu, dan mencegah praktik korupsi. Transparansi harus ditingkatkan dengan memberikan akses mudah kepada masyarakat terkait informasi mengenai proses perizinan dan regulasi yang berlaku.
Kota Malang sendiri telah memiliki fasilitas Mal Pelayanan Publik Kota Malang yang berlokasi di Lantai 3 Mal Alun- alun Kota Malang, yang terdiri dari 22 gerai dengan total 197 jenis layanan. Pada sektor pelayanan publik tersebut, fokus perhatian harus diberikan pada peningkatan kualitas layanan. Pelatihan pegawai dan staff pelayanan publik dalam keterampilan komunikasi, keahlian teknis, dan pelayanan pelanggan dapat meningkatkan interaksi mereka dengan masyarakat. Penerapan teknologi dalam layanan publik, seperti aplikasi ponsel atau portal web online, dapat memberikan akses yang lebih mudah dan cepat kepada warga untuk mendapatkan informasi.
Partisipasi aktif masyarakat juga perlu ditingkatkan dalam proses perizinan dan pelayanan publik. Mekanisme umpan balik harus dibangun, seperti survei kepuasan pelanggan dan forum partisipatif, sehingga pemerintah dapat terus memperbaiki proses mereka sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat untuk memahami hak dan kewajiban mereka dalam proses perizinan dan mendapatkan informasi yang mereka butuhkan dapat meningkatkan responsivitas dan akuntabilitas pemerintah.
Secara keseluruhan, perbaikan perizinan dan pelayanan publik memerlukan pendekatan holistik yang mencakup reformasi regulasi, penggunaan teknologi, peningkatan keterampilan pegawai, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan dimana perizinan dan pelayanan publik dapat berjalan secara efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Yang belum membaca part sebelumnya boleh nggih dari Part 1: Sukses Melibatkan Allah Bab 1, Perjuangan Memulai Usaha