Menu ||

Menu X

Part 19: Sukses Melibatkan Allah Bab 8, Mendorong Keberlanjutan Program Wirausaha Bagi Anak Muda untuk Membangun Karakter Kemandirian

Mendorong Keberlanjutan Program Wirausaha Bagi Anak Muda untuk Membangun Karakter Kemandirian

Pada bab ini, saya mengajak anak muda untuk mengasah kemandirian dan jiwa wirausaha. Peran anak muda dalam pembangunan nasional sangatlah penting. Indonesia akan memasuki suatu era yang disebut bonus demografi, dimana jumlah usia produktif warga Indonesia diperkirakan mencapai 64% dari total jumlah penduduk Indonesia. Windows opportunity (peluang) berupa bonus demografi menjadi sangat strategis bagi sebuah negara untuk melakukan percepatan pembangunan ekonomi, dengan ketersediaan sumber daya manusia pada usia produktif dalam jumlah yang signifikan. Dapat digambarkan secara rasio sederhananya bahwa dari setiap 100 jumlah penduduk Indonesia, ada 64 orang yang berusia produktif, dan sisanya 46 orang adalah usia lanjut usia dan anak-anak. Apalagi menjelang puncak bonus demografi pada tahun 2030, pemuda yang jumlahnya mencapai 64,19 juta bisa sangat menentukan keberlanjutan ekonomi bangsa. Oleh karena itu, dibutuhkan karakter kuat dalam kemandirian para pemuda yang diharapkan dapat menjadi bekal sebagai wirausaha.

Membangun karakter kemandirian dalam arah pengembangan wirausaha bagi anak muda dapat dilaksanakan dalam program kerja yang disinergikan oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan kampus dan berbagai organisasi di masyarakat, dan tentunya juga harus ada mentoring dari para pelaku usaha. Kerjasama yang dilakukan bertujuan untuk memberikan bekal kewirausahaan bagi anak muda Untuk menumbuhkan kreativitas, jiwa wirausaha dan inovasi yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi serta membantu orang muda menemukan keunikan pada bisnis-bisnis yang mereka rintis. Sementara para pelaku usaha yang sudah sukses akan membantu mendampingi dalam proses eksekusi di lapangan.

Saya berkeyakinan bahwa program wirausaha bagi anak muda merupakan sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui berbagai macam program pembinaan dan pelatihan. Inti dari program tersebut adalah memperkuat dan meningkatkan jumlah wirausaha yang digerakkan oleh anak muda. Salah satu usaha yang saya lakukan untuk melayani UMKM, saya mendirikan Jaringan Entrepreneur Nusantara (JIREN) yang diharapkan bisa menjadi salah satu kegiatan yang mendukung anak muda dan masyarakat luas yang ingin berwirausaha.
Program wirausaha untuk anak muda ini bertujuan untuk membantu usaha yang sudah berdiri atau yang baru berdiri menjadi lebih baik dalam mencapai tujuan mereka, meningkatkan bisnis dan perekonomian bangsa. Indikator kemandirian dari para wirausaha muda adalah meningkatnya kapasitas untuk mengelola, mengembangkan dan membangun usaha dengan mempertimbangkan resiko yang dihadapinya secara mandiri.

Kita bisa melihat hasil penelitian yang dilakukan oleh SEA Grup bekerjasama dengan World Economic Forum (WEF) kepada 14.000 anak muda di Indonesia menyebutkan bahwa 24% responden menginginkan untuk memiliki bisnis sendiri, 17% bekerja di instansi pemerintahan, 16,5% melanjutkan usaha orang tua dan keluarga, dan 3,2% ingin merintis di bidang startup. Melihat dari hasil penelitian tersebut, maka sudah sepantasnya para pihak yang terkait baik itu dari pemerintah, masyarakat dan para pelaku usaha yang sudah ada membantu memfasilitasi sesuai dengan porsinya masing-masing.

Berdasarkan data yang bersumber dari Pemerintah Kota Malang pada tahun 2021 terdapat 2.015 pengusaha UMKM di bidang kuliner, 106 pengusaha di bidang fashion, 8 pengusaha bidang pendidikan, 25 pengusaha bidang otomotif, dan 1.355 pengusaha lainnya. Sebagian besar dari para pelaku UMKM yang ada didominasi oleh generasi muda yang memiliki kreativitas cara berpikir.
Para pelaku UMKM dari generasi muda ini sangat perlu menjadi prioritas untuk diberikan pelatihan dan pembinaan agar usaha yang dijalankan dapat bertumbuhdan berkembang sesuai semangat generasi muda. Perlu kerjasama yang kokoh di antara pihak- pihak yang terkait dengan menggalakkan program wirausaha yang selama ini sudah sering dilakukan dengan program pelatihan dan pendampingan.

Dengan terus munculnya para generasi muda untuk berusaha mengelola sektor usaha secara mandiri memberi dampak yang positif bagi penguatan karakter jiwa kemandirian generasi muda yang tangguh, hal ini selaras dalam upaya mewujudkan peran serta masyarakat dalam pembangunan daerah di Kota Malang. Pemerintah juga perlu mewadahi, memfasilitasi dan mengajak masyarakat untuk turut serta dalam bentuk-bentuk kegiatan yang sesuai dengan semangat wirausaha orang muda yang dapat memberi dampak positif bagi pembangunan daerah.

Saya meyakini bahwa organisasi, atau komunitas pemberdayaan wirausaha perlu difasilitasi dalam menyampaikan ide dan gagasan dalam kaitannya dengan pembangunan daerah. Generasi muda yang memiliki semangat, sikap, perilaku dan kemampuan dalam menangani usaha secara mandiri mesti diarahkan pada aktivitas yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan menciptakan produk baru sebagai indikator kemandirian. Hal itu dicapai dengan cara meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik serta bertujuan untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Para generasi pemuda harus mengenal bisnis dan seluk beluknya dan harus memulainya ketika usia telah menginjak dewasa. Sewaktu menjalankan bisnisnya dan berupaya mengembangkannya menjadi besar, generasi muda dapat memulainya dari bidang usaha yang disukainya sehingga diharapkan kreativitas dan ide-de baru akan bermunculan. Banyak hal yang didapat apabila memutuskan menjalankan bisnis dari hal-hal yang disenangi. Para generasi muda akan terus selalu dalam kondisi bersemangat dan tidak mengenal kata lelah. Dia akan mencurahkan seluruh energinya untuk menjalankan bisnis dan mengembangkannya, karena dia berada pada komunitas yang sudah sangat dikenal.

Sesungguhnya menjalankan bisnis sendiri juga memiliki tujuan yang mulia. Para generasi muda harus memiliki pemikiran bahwa bisnis yang digelutinya akan dapat membantu banyak orang, akan dapat menjalankan misi sosialnya terhadap lingkungan dan orang lain. Selain menghasilkan sumber pendapatan baru bagi pemuda tersebut, dengan berbisnis para pemuda bisa menyisihkan sebagian pendapatannya untuk kegiatan sosial, seperti memberi santunan kepada orang-orang yang kurang mampu di sekitar tempat usahanya. Selain itu, dengan berbisnis maka pemuda tersebut juga telah membuka lapangan pekerjaan bagi para pemuda lainnya dan secara lebih luas lagi, para pemuda tersebut telah menaikkan taraf pendapatan masyarakat.

Kita bisa belajar bersama bahwa program wirausaha bagi orang muda dapat membangun karakter kemandirian yang diharapkan bermanfaat untuk:

1. Memperbanyak jumlah orang muda yang mampu mengelola sektor usaha secara mandiri yang bisa memberi dampak yang positif bagi penguatan karakter kemandirian jiwa generasi muda yang tangguh, dalam hal ini selaras dalam upaya mewujudkan peran serta masyarakat dalam pembangunan daerah di Kota Malang.

2. Mendorong kerjasama antara perguruan tinggi, sekolah, pondok pesantren dalam program wirausaha bagi orang muda seperti mendirikan pusat kewirausahaan melalui kegiatan short course, praktek usaha, talk show, entrepreneurship expo dan entrepreneurship challenge.

3. Mengarahkan aktivitas orang muda yang memiliki semangat, sikap, perilaku dan kemampuan dalam menangani usaha pada aktivitas yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan menciptakan produk baru. Bentuk dari indikator kemandirian tersebut dengan cara meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik serta bertujuan untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.

4. Meningkatkan keterampilan dan keahlian orang muda dalam mendapatkan informasi yang penting bagi usahanya seperti peluang pasar, peluang usaha yang menguntungkan, mencari pemasok barang/jasa, kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk, pesaing usaha, lingkungan usaha yang sedang dihadapi dan lainnya.

5. Mewujudkan kerjasama antara BUMN/BUMD dan pengusaha lokal di daerah dalam bantuan pendanaan permodalan usaha, pelatihan inkubasi bisnis.

6. Menumbuhkan kreativitas, jiwa kewirausahaan, dan inovasi yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi serta membantu orang muda menemukan keunikan pada bisnis-bisnis yang mereka rintis.

7. Menumbuhkan Soft mengembangkan pelatihan Skills, dengan soft skills akan bermanfaat bagi anak muda dalam berinteraksi dengan pelanggan, rekan kerja, pelanggan, atau mitra bisnis. Hal ini dapat meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan kemampuan untuk mengatasi konflik.

8. Sebagai inkubator bisnis, yang bertujuan untuk membantu bisnis baru berkembang dan bertahan, dan menjadi tempat subur untuk pertumbuhan ekonomi lokal.

Yang belum membaca part sebelumnya boleh nggih dari Part 1: Sukses Melibatkan Allah Bab 1, Perjuangan Memulai Usaha