Menu ||

Menu X

Menimba Ilmu dari Guru Besar, Refleksi Perjalanan Belajar dalam Kehidupan

Malang – Sempat viral di media sosial, sebuah konten dengan kisah menarik: “Guru, saat perjalanan mencari ilmu, Aku bertemu seorang gadis, dia tersenyum kepadaku, Aku tidak terpengaruh, tapi Aku penasaran, siluman apa dia Guru?” Konten ini menggambarkan dengan ringan namun dalam, bahwa dalam kehidupan, kita tak pernah lepas dari proses belajar. Setiap pertemuan, setiap langkah, adalah kesempatan untuk menimba ilmu dan bertemu dengan para guru yang memberikan pencerahan dalam hidup kita.

Alhamdulillah, saya merasa sangat bahagia, bangga, dan bersyukur, karena Allah memudahkan langkah saya untuk silaturahim dan menerima ilmu dari seorang sosok luar biasa, Prof. Bisri. Beliau adalah Rektor Universitas Brawijaya (UB) ke-12 pada periode 2014-2018, dan saat ini aktif menjabat sebagai Anggota Dewan Pendidikan Tinggi di Direktorat Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk periode 2021-2025.

Baca Juga: Jalin Silaturahmi dengan Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid

Prof. Bisri merupakan salah satu Guru Besar yang sangat dihormati, dan pertemuan dengan beliau adalah kesempatan emas untuk menggali ilmu yang lebih dalam. Sebagai seseorang yang memiliki pengalaman dan pengetahuan luas, beliau tak hanya mengajarkan ilmu akademis, tetapi juga berbagi wawasan tentang dinamika kehidupan, terutama terkait Kota Malang yang sangat kami cintai.

Tentu, dalam perbincangan kami, banyak hal yang saya pelajari. Prof. Bisri memberikan perspektif yang tajam dan kaya, yang semakin memperkaya pengetahuan saya tentang dunia pendidikan dan dinamika sosial di kota ini. Setiap percakapan dan diskusi menjadi momen berharga untuk memperluas cakrawala berpikir.

Namun, meskipun saya merasa sangat kecil di bandingkan dengan kedalaman ilmu beliau, saya tetap bersemangat dan antusias untuk terus belajar, mengikuti jejak para guru besar yang tak pernah berhenti memberikan ilmu. Mungkin tubuh saya lebih besar, tetapi ilmu yang di dapat adalah yang paling penting—ilmu kanuragan, ilmu kehidupan, dan ilmu untuk mengabdi pada masyarakat.

Semoga saya bisa terus belajar dan berbagi ilmu, agar manfaatnya bisa di rasakan oleh banyak orang, khususnya untuk kemajuan Kota Malang dan bangsa Indonesia.

Baca Juga: Belajar dari Pengalaman, Mengukir Cita untuk Kota Malang