MALANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Malang pada Minggu (21/9/2025) sore menyebabkan sejumlah titik tergenang air. Salah satunya terjadi di Jalan Bunga Coklat, tepat di samping gerai Pizza Hut. Genangan tersebut sempat mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan yang melintas.
Banjir masih menjadi persoalan serius yang perlu perhatian bersama. Genangan air yang muncul setelah hujan deras menandakan adanya persoalan dalam sistem drainase perkotaan.
Menurut saya, banjir tidak hanya sebatas persoalan teknis, tetapi juga berkaitan dengan kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan warga.
Banjir di kawasan Jalan Bunga Coklat ini menunjukkan bahwa sistem drainase dan pengelolaan lingkungan harus terus ditingkatkan. Pemerintah perlu sigap melakukan perbaikan, sementara masyarakat juga perlu menjaga saluran air agar tetap bersih dan tidak tersumbat.
Selain itu, penting adanya koordinasi lintas instansi. Kerja sama antara Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, serta pihak terkait lainnya sangat diperlukan untuk memastikan penanganan banjir berjalan efektif.
Baca Juga: Jalin Silaturahmi dengan Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid
Banjir di kawasan perkotaan tidak hanya berdampak pada aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga pada perekonomian serta citra Kota Malang sebagai kota pendidikan dan wisata.
Kita tidak boleh menjadikan banjir sebagai rutinitas tahunan. Setiap musim hujan, warga selalu cemas. Perlu ada langkah yang lebih permanen agar masyarakat bisa merasa aman.
Saya juga menyoroti perlunya pemeliharaan saluran air secara rutin. Genangan seringkali terjadi bukan semata karena curah hujan tinggi, melainkan karena saluran tersumbat sampah.
Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah. Kesadaran masyarakat akan sangat membantu dalam mencegah terjadinya banjir di kemudian hari.
Jika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, pemerintah memperbaiki infrastruktur, masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, saya yakin masalah banjir di Kota Malang dapat berangsur teratasi.
Baca Juga: Tanggapi Aspirasi Paguyuban Angkot Malang terhadap Penolakan Operasional Trans Jatim