Oleh: Rendra Masdrajad Safaat
Genangan air dan banjir di beberapa titik Kota Malang bukanlah hal baru. Setiap musim hujan tiba, kita sering menyaksikan jalanan berubah menjadi kolam sementara, aktivitas warga terganggu, bahkan infrastruktur ikut rusak. Masalah ini sebagian besar bersumber dari sistem drainase yang tidak memadai saluran air yang sempit, tersumbat, atau sudah tidak mampu lagi menampung derasnya aliran air.
Bagi saya, solusi yang harus kita dorong bukan hanya pembangunan fisik drainase baru, tetapi juga revitalisasi sistem yang ada. Ini mencakup pelebaran saluran, peningkatan kapasitas tampungan air, dan yang paling penting, perawatan berkala. Infrastruktur itu tidak bisa dibiarkan begitu saja setelah dibangun—ia harus dijaga dan dirawat.
Namun, pembangunan dari pemerintah tidak akan berarti banyak jika tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat. Sampah yang kita buang sembarangan, walau hanya sekecil bungkus permen, bisa jadi penyumbat aliran air. Akibatnya? Drainase meluap, genangan pun tak terhindarkan.
Saya percaya, jika kita bisa membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan warga, Malang bisa terbebas dari genangan air. Mari kita jadikan kota ini tempat yang nyaman dan aman bukan hanya saat cuaca cerah, tapi juga saat hujan deras melanda. Drainase yang baik perlu dukungan dari perilaku yang baik pula.
Bersama, kita bisa! Mari kita jaga drainase Malang seperti kita menjaga rumah sendiri.
Baca juga : Parkir Tertata, Kota Lancar: Saatnya Mengatasi Parkir Liar di Malang!