MALANG – Baru-baru ini, Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah sedang menjadi perbincangan yang sangat hangat oleh publik dan viral di media sosial.
Menurut saya, gerakan ini sangat positif karena mendorong para ayah untuk lebih terlibat dalam keseharian anak, khususnya dengan aktivitas sederhana saat mengantar mereka ke sekolah.
Bagi saya, momen itu bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kedekatan emosional antara ayah dan anak. Dari sana tumbuh rasa tanggung jawab, kebersamaan, serta penguatan peran ayah dalam keluarga.
Sebagai seorang ayah sekaligus wakil rakyat, saya ingin menunjukkan bahwa kesibukan pekerjaan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk tetap hadir mendampingi tumbuh kembang anak.
Oleh karena itu, saya menyempatkan waktu untuk mengantar kedua anak saya ke sekolah dengan membonceng satu anak di depan dan satu lagi di belakang.
Pada Senin (6/10/2025), saya membagikan momen sederhana itu di akun Instagram pribadi saya @rendra.m.s dengan mengendarai sepeda motor Beat hitam.
Baca Juga: Pemkot Malang Prioritaskan 94 Titik Drainase sebagai Solusi Jangka Panjang Banjir
Bagi saya, ayah adalah sosok pejuang yang tak pernah mengenal lelah, selalu berdiri di garda terdepan ketika anaknya kehilangan arah. Itulah pesan yang ingin saya sampaikan melalui caption unggahan saya:
“Ayah, sosok pejuang yang tak pernah kenal lelah, sosok yang berdiri di garda terdepan saat anaknya kehilangan arah.”
Alhamdulillah, unggahan tersebut mendapat banyak respon dari warganet. Banyak di antara mereka yang ikut menyampaikan rasa rindu dan terima kasih kepada sosok ayah masing-masing.
“Ayah, aku kangen diantar sekolah lagi. Rindu sekali dengan pagi hari kita dulu. Sekarang aku hanya bisa kirim doa. Semoga Ayah tenang di sana,” ujar akun @novi***.
“Paling gak bisa soal ayah. Kalau ada apa-apa gak banyak bicara. Tapi langsung action. Terima kasih ayah,” ujar akun @macaroni***.
“Itu tanpa konten saya akui gerakan Pak Rendra banget itu. Top! Melakukan apa yang sudah menjadi habit sendiri,” ujar akun @muhammad***.
Bagi saya, itu bukti bahwa gerakan sederhana ini ternyata mampu membangkitkan ingatan, emosi, dan rasa syukur banyak orang terhadap peran ayah dalam hidup mereka.
Baca Juga: Drainase Pasar Madyopuro Tak Berfungsi Meski Baru Dibangun