MALANG – Berkurangnya kawasan rawan banjir menandakan bahwa masterplan drainase berjalan sesuai harapan. Itulah mengapa Pemerintah Kota (Pemkot) Malang giat dalam membangun drainase.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, tercatat ada 94 titik drainase yang dikerjakan dalam kurun tiga tahun, mulai 2023 hingga 2025.
Pada tahun 2023, sekitar 35 titik drainase telah ditangani. Kemudian pada tahun 2024 diselesaikan 34 titik, dan tahun ini ditargetkan 25 titik drainase kembali rampung dengan lokasi yang tersebar di lima kecamatan.
Sebagai Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, saya menyambut baik langkah DPUPRPKP Kota Malang dalam membangun drainase di Jalan Soekarno-Hatta yang dimulai sejak bulan April lalu.
Baca Juga: Drainase Pasar Madyopuro Tak Berfungsi Meski Baru Dibangun
Menurut saya, apabila pengerjaan ini selesai, maka fungsi jaringan drainase di kawasan tersebut akan lebih optimal serta mampu mengurangi genangan air yang kerap terjadi ketika hujan deras.
Berdasarkan data Radar Malang, Minggu (5/10/2025), anggaran pembangunan drainase pada tahun 2025 ini hanya sebesar Rp 30 miliar.
Dana tersebut bukan berasal dari APBD Kota Malang, melainkan dari APBD Provinsi Jawa Timur (Jatim). Jumlah ini jauh berkurang dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai Rp 59 miliar.
Meskipun begitu, pengerjaan yang dimulai dari sisi selatan, tepatnya di sekitar kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema), diperkirakan rampung pada Desember 2025. Dengan demikian, genangan air di kawasan itu diharapkan bisa diminimalisir pada Januari 2026.
Saya mendorong agar Pemkot Malang segera menuntaskan proyek ini secara optimal, karena percepatan penyelesaian pembangunan akan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga: Pembangunan Drainase di Jalan Renang Timbulkan Kemacetan, Saya Minta Prioritaskan Titik Tikungan