MALANG – DPRD Kota Malang mendorong eksekutif agar angkot kembali diberdayakan dengan difungsikan sebagai transportasi sekolah. Langkah ini diyakini dapat menghidupkan kembali angkot yang selama ini sepi penumpang sekaligus membantu mengurangi kemacetan lalu lintas.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Siraduhitta menyampaikan bahwa pemanfaatan angkot sebagai transportasi sekolah akan membuat orang tua maupun siswa tidak perlu lagi repot mengantar dan menjemput menggunakan motor atau mobil, karena angkot dapat menjadi sarana alternatif yang lebih praktis dan terjangkau.
Ia juga menegaskan bahwa jangkauan angkot jauh lebih luas dibandingkan bus halokes. Angkot mampu menjelajahi jalan-jalan kecil hingga kawasan permukiman yang tidak dapat dilalui bus, sehingga akses anak-anak menuju sekolah akan semakin mudah.
“Dengan memanfaatkan angkot sebagai transportasi sekolah, anak-anak maupun orang tua tidak perlu lagi bergantung pada kendaraan pribadi. Angkot dinilai lebih fleksibel dibandingkan bus halokes, karena mampu menjangkau kawasan yang selama ini belum terakses oleh layanan bus,” ujarnya.
Sejalan dengan konsep BTS yang akan dijalankan Pemerintah Kota Malang, saya, Rendra Masdrajad Safaat, Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, menilai kebijakan ini juga akan berdampak positif terhadap upaya penguraian kemacetan.
Baca Juga: Jalan Bunga Coklat Terendam Banjir pada Minggu Sore
Pemanfaatan angkot sebagai transportasi sekolah dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang lalu lalang setiap pagi dan siang hari, terutama di kawasan sekitar sekolah yang kerap menjadi titik padat lalu lintas.
Menurut saya, pemanfaatan angkot untuk transportasi sekolah sekaligus menjadi strategi dalam mengoptimalkan moda transportasi publik. Sudah saatnya angkot memiliki peran lebih besar dalam mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya para pelajar.
Dengan adanya kebijakan ini, kita bisa mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalanan sekaligus menjaga kualitas udara Kota Malang agar tetap sehat. Selain itu, peran angkot sebagai transportasi publik juga akan kembali hidup dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, saya menilai implementasi kebijakan ini perlu disertai dengan peningkatan fasilitas dan kenyamanan angkot. Jika angkot dikelola dengan baik, maka minat masyarakat untuk menggunakannya akan meningkat.
Saya juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pengelola transportasi, serta sekolah untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif. Dengan dukungan berbagai pihak, saya optimistis langkah ini dapat menjadi solusi yang berkelanjutan.
Peningkatan kualitas armada, manajemen yang rapi, serta dukungan sekolah akan membuat kebijakan ini tidak hanya sekadar wacana, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Kota Malang, khususnya para pelajar.

Baca Juga: Jalin Silaturahmi dengan Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid