Menu ||

Menu X

Dorong Pemenuhan Kuota dan Kebutuhan SPPG di Kota Malang

Dorong Pemenuhan Kuota dan Kebutuhan SPPG di Kota Malang

MALANG – Saya mendorong agar pemenuhan kuota dan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang segera direalisasikan. Pasalnya, berdasarkan data Badan Gizi National (BGN), ketersediaan SPPG di kota ini masih kurang dan belum mampu menjangkau seluruh penerima manfaat.

Saat ini, kapasitas layanan SPPG baru menjangkau sekitar 3.200 siswa dari target 4.000 penerima manfaat, termasuk ibu hamil dan menyusui. Layanan tersebut tersebar di sembilan sekolah di Kecamatan Klojen, dengan salah satu dapur menjadi SPPG kedua di wilayah itu.

Saya menegaskan bahwa pemenuhan kuota dan kebutuhan SPPG di Kota Malang harus segera direalisasikan. Data menunjukkan kapasitas yang ada masih kurang. Saat ini layanan baru menjangkau sekitar 3.200 dari target 4.000 penerima manfaat, sehingga perlu penambahan agar cakupannya lebih merata.

Saya juga berharap hadirnya SPPG di Kota Malang dapat mendukung program nasional Presiden Prabowo, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga: Silaturahmi dan Dialog Saya dengan Lurah Tasikmadu

Menu yang disajikan di SPPG sudah disusun sesuai standar gizi seimbang, mulai dari protein, karbohidrat, sayur, buah, hingga susu. Semua menu telah diverifikasi oleh ahli gizi agar sesuai standar kesehatan nasional. Dengan begitu, SPPG diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat sejak usia dini.

Selain itu, saya menyampaikan apresiasi positif terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo. Program ini merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi karena memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurut saya, MBG membawa manfaat besar setidaknya pada tiga aspek. Pertama, mendukung siswa-siswi dalam membangun generasi emas 2045. Kedua, membuka lapangan pekerjaan karena satu SPPG mampu menyerap sekitar 50 tenaga kerja. Ketiga, melibatkan UMKM dan supplier lokal sehingga roda perekonomian daerah juga ikut bergerak.

Saya mengapresiasi program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo. Program ini bermanfaat untuk mendukung generasi emas 2045, membuka lapangan kerja, serta melibatkan UMKM dan supplier lokal.

Baca Juga: Optimisme untuk Indonesia Emas 2045, Terinspirasi dari Pengalaman sebagai Paskibraka 1998