Menu ||

Menu X

Stop Normalisasi Penyimpangan, Kritik Keras terhadap Grup Fantasi Sedarah yang Viral di Media Sosial

kritis

MALANG – Media sosial kembali digegerkan dengan munculnya grup Fantasi Sedarah di Facebook sebuah komunitas online yang mempromosikan konten menyimpang dan bertentangan dengan nilai moral, agama, serta norma sosial di Indonesia. Keberadaan grup ini tidak hanya memicu keresahan publik, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi moral generasi muda.

Rendra Masdrajad Safaat, salah satu tokoh yang aktif menyuarakan isu sosial, menyampaikan kritik keras terhadap fenomena ini. Ia menilai, jika dibiarkan berlarut-larut, grup semacam ini akan melemahkan ketahanan moral bangsa. “Kita harus segera bergerak,” ujarnya, “entah dengan membuat event untuk pemahaman agama yang lebih mendalam, atau melalui pendekatan psikologi dan edukasi. Yang jelas, jangan diam.”

Baca juga : Penjualan Miras Semakin Bebas, Saatnya Kota Malang Tegakkan Perda Secara Tegas

Rendra juga mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk segera menindak tegas baik membatasi akses maupun menutup grup tersebut sebagai bentuk perlindungan terhadap ruang digital Indonesia dari konten berbahaya.

Lebih dari sekadar tindakan teknis, kondisi ini mengingatkan kita semua tentang pentingnya pengawasan bersama terhadap apa yang terjadi di dunia maya. Orang tua, pendidik, tokoh agama, hingga komunitas digital harus ambil peran aktif dalam menjaga moralitas bangsa.

Indonesia yang kita impikan adalah Indonesia Emas maju, bermartabat, dan berbudi pekerti luhur. Bukan Indonesia Cemas yang terancam oleh penyimpangan yang dinormalisasi. Saatnya kita bergerak, bukan hanya bereaksi!

Baca juga : Pemuda Berkarya, Kota Berdaya, Saatnya Kita Beri Ruang untuk Generasi Muda Malang