Menu ||

Menu X

Revitalisasi Sungai dan Tata Letak Kota untuk Kota Malang yang Lebih Bersih

Revitalisasi Sungai

Oleh: Rendra Masdrajad Safaat

Kota Malang dikenal sebagai kota yang memiliki banyak aliran sungai, yang seharusnya menjadi anugerah lingkungan sekaligus potensi ekonomi. Namun, kenyataannya, sungai-sungai di kota kita saat ini menghadapi tantangan serius akibat pencemaran, sedimentasi, serta pembangunan yang kurang memperhatikan ekosistem. Padahal, jika dikelola dengan baik, sungai bisa menjadi jantung kehidupan kota dan ruang sosial yang membanggakan.

Revitalisasi sungai harus kita jadikan prioritas bersama. Tidak hanya sekadar membersihkan aliran sungai dari sampah, tetapi juga melakukan normalisasi secara terukur, memperbaiki sistem drainase, serta memastikan tidak ada lagi limbah rumah tangga yang mengalir tanpa pengolahan ke sungai. Di sinilah pentingnya sinergi antara pemerintah, komunitas, dan warga untuk membangun sistem pengelolaan limbah yang adil dan berkelanjutan.

Lebih dari itu, kawasan sungai harus dikembalikan sebagai ruang hidup masyarakat. Kita bisa mencontoh suksesnya Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Arema yang sempat menjadi ikon wisata berbasis sungai. Dengan pendekatan desain kota yang ramah lingkungan, kawasan-kawasan ini bisa direvitalisasi kembali—bukan sekadar bersih, tapi juga estetis, aman, dan produktif secara ekonomi. Inilah yang kami di Komisi C dorong: kota yang tumbuh tanpa meninggalkan ruang-ruang alamnya.

Tentu saja revitalisasi sungai tidak bisa berdiri sendiri. Harus diikuti dengan penataan ulang tata letak kota yang lebih manusiawi dan ekologis. Kita perlu memperluas ruang terbuka hijau, memperbaiki trotoar agar nyaman dan aman bagi pejalan kaki, serta memastikan drainase kota berfungsi optimal untuk mencegah banjir saat musim hujan.

Kami juga melihat potensi besar dari keterlibatan sektor swasta dan komunitas lingkungan dalam program CSR dan edukasi masyarakat. Pemerintah bisa memfasilitasi kerja sama ini untuk penghijauan kota, pemanfaatan ruang publik, serta kampanye kesadaran lingkungan, khususnya bagi generasi muda.

Sebagai anggota DPRD Kota Malang dari Komisi C yang juga menangani persoalan infrastruktur dan lingkungan, saya terus mendorong adanya rencana induk revitalisasi sungai dan tata kota yang terintegrasi, berbasis data, dan melibatkan semua elemen masyarakat. Kita tidak hanya ingin membangun kota yang indah di atas kertas, tapi juga kota yang benar-benar nyaman, sehat, dan membahagiakan bagi warganya.

Sudah saatnya kita menjadikan sungai sebagai sumber kehidupan, bukan tempat pembuangan. Sudah waktunya kita menyusun kembali wajah kota agar lebih bersih, hijau, dan berpihak pada warga.

Baca Juga : Pemanfaatan Energi Terbarukan untuk Masa Depan Kota Malang