Menu ||

Menu X

Optimalisasi Jalur Pejalan Kaki di Kota Malang

Oleh: Rendra Masdrajad Safaat

Sebagai Anggota DPRD Kota Malang dari Komisi C yang membidangi infrastruktur dan pembangunan, saya merasa perlu menyuarakan satu aspek penting dalam wajah kota yang sering kali terabaikan, yakni jalur pejalan kaki. Kota Malang sebagai kota yang terus tumbuh, baik secara fisik maupun populasi, sangat membutuhkan sistem pedestrian yang aman, nyaman, dan manusiawi.

Hari ini, kita masih melihat banyak trotoar di Kota Malang yang belum optimal. Ada yang sempit, rusak, tidak rata, bahkan digunakan untuk fungsi lain seperti parkir liar atau lapak dagang yang permanen. Ini adalah masalah bersama yang memerlukan kesadaran kolektif. Padahal, trotoar adalah hak dasar bagi pejalan kaki yang harus kita jaga bersama.

Saya percaya bahwa membangun kota yang ramah bukan hanya soal memperbanyak jalan raya untuk kendaraan, tetapi juga menciptakan ruang yang adil bagi semua, termasuk bagi mereka yang memilih atau harus berjalan kaki. Inilah wajah kota yang inklusif—memberi tempat bagi anak-anak, orang tua, disabilitas, dan siapa pun yang ingin menikmati kota dengan berjalan kaki.

Upaya konkret yang perlu kita lakukan adalah peremajaan trotoar secara menyeluruh. Ini mencakup perbaikan permukaan agar lebih rata dan aman, pelebaran jalur pejalan kaki di kawasan padat aktivitas, serta memastikan keberadaan guiding block bagi penyandang disabilitas. Penambahan lampu penerangan, kursi istirahat, dan pohon peneduh di sepanjang jalur pedestrian juga menjadi elemen penting untuk menciptakan kenyamanan dan daya tarik visual kota.

Namun, infrastruktur yang baik juga harus dibarengi dengan penegakan aturan. Trotoar bukan tempat parkir, bukan pula tempat berjualan yang melanggar. Edukasi masyarakat dan peningkatan kesadaran sangat penting, tapi pengawasan dan tindakan tegas dari aparat juga tak boleh diabaikan.

Dari sisi legislatif, saya dan rekan-rekan di Komisi C DPRD Kota Malang siap mendorong Pemerintah Kota agar revitalisasi trotoar menjadi salah satu program prioritas dalam penyusunan anggaran. Kami juga mendorong agar pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota, tapi menjangkau kawasan pinggiran yang sering kali luput dari perhatian.

Sebagai wakil rakyat, saya ingin Kota Malang menjadi kota yang ramah bagi semua. Kota yang tidak hanya indah di mata wisatawan, tapi juga nyaman dan aman bagi warganya. Kota yang membuat kita bangga berjalan kaki, bukan karena terpaksa, tapi karena memang menyenangkan dan menyehatkan.

Mari kita jadikan trotoar sebagai ruang publik yang beradab. Karena kota yang hebat bukan diukur dari tingginya gedung, tetapi dari bagaimana ia memperlakukan pejalan kaki.

Baca Juga: Tanggapi Aspirasi Paguyuban Angkot Malang terhadap Penolakan Operasional Trans Jatim