Menu ||

Menu X

Jumlah Anak Tidak Sekolah Turun, Kawal Sampai Angka 0

Penurunan jumlah anak tidak sekolah di Kota Malang, menjadi kabar baik yang mencerminkan kemajuan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Data terbaru yang bersumber dari kompas.com Jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Malang, Jawa Timur, saat ini terdapat 3.468 jiwa. Angka itu menurun dari September 2024 lalu yang mencapai sekitar 5.534 jiwa. 

Data tersebut menunjukkan bahwa tren penurunan angka anak putus sekolah, adalah sebuah pencapaian penting hasil dari implementasi kebijakan pemerintah kota, juga dengan dukungan komunitas, serta partisipasi masyarakat. Kabar baik ini juga sejalan dengan visi pemerintah pusat yang mencanangkan perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional.

Langkah selanjutnya harus di fokuskan pada pengawalan berkelanjutan untuk memastikan setiap anak yang sebelumnya putus sekolah dapat kembali dan menyelesaikan pendidikan mereka. Program beasiswa, perbaikan fasilitas pendidikan, serta peningkatan akses ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau perlu terus diperkuat. Selain itu, faktor-faktor penyebab anak tidak sekolah, mulai dari kendala ekonomi hingga masalah sosial, memerlukan solusi yang komprehensif dan berbasis kebutuhan lokal.

Pemerintah juga di harapkan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, lembaga sosial, dan komunitas, untuk memberikan dukungan jangka panjang. Bisa berupa pendampingan psikologis, perlengkapan sekolah, serta pengajaran berbasis kebutuhan khusus dapat membantu anak-anak kembali percaya diri dalam proses belajar.

Selain sebagai pencapaian lokal, upaya ini memperkuat komitmen Kota Malang sebagai bagian dari visi nasional untuk meningkatkan mutu SDM. Penurunan jumlah anak tidak sekolah bukan hanya menjadi keberhasilan dalam bidang pendidikan, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam membangun generasi muda yang tangguh, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Keberhasilan ini harus terus di kawal hingga tuntas sampai angka anak tidak sekolah bisa 0. Penurunan angka anak tidak sekolah bukan sekadar pencapaian statistik, melainkan simbol optimisme bagi masyarakat Kota Malang menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Baca Juga: Silaturahmi dan Dialog Saya dengan Lurah Tasikmadu