Menu ||

Menu X

Part 21: Sukses Melibatkan Allah Bab 10, Turut Membangun Kota Malang Menuju Kota yang Tumbuh Berkelanjutan

Turut Membangun Kota Malang Menuju Kota yang Tumbuh Berkelanjutan

Kita dapat mempelajari bersama terkait agenda Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan PBB, salah satu poinnya yaitu Sustainable Cities and Communities (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan), dimana PBB menargetkan pada tahun 2030, masyarakat bisa memiliki akses terhadap perumahan, transportasi dan pelayanan dasar yang layak serta terjangkau. Saat ini, lebih dari 4 miliar orang di seluruh dunia – lebih dari 50% populasi global tinggal berada di kota Di Asia Timur dan Pasifik saja, misalnya, kota me- nampung 1,2 miliar orang hampir menyaingi populasi negara India. Dan dengan jumlah tersebut masih berkembang pesat, dimana yang paling pesat berada di Asia dan Afrika, karena individu dan keluarga terus bermigrasi ke daerah perkotaan untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Pada tahun 2050, diperkirakan dengan populasi perkotaan dua kali lipat dari jumlah saat ini, hampir 70 dari 100 orang di dunia akan tinggal di kota.

Kota menjadi magnet yang sangat besar bagi datangnya warga desa menuju kota dan peluang tumbuhnya investasi, maka tidak mengherankan jika kota telah menjadi mesin pertumbuhan utama dunia, menghasilkan lebih dari 80% Pendapatan Domestik Bruto (PDB) global, yang telah membantu ratusan juta orang keluar dari kemiskinan ekstrem. Namun, kecepatan dan skala urbanisasi membawa tantangan yang luar biasa. Kesenjangan pendapatan yang melebar, polusi yang memburuk, persoalan infrastruktur adalah tanda-tanda bahwa kota saat ini sedang berjuang untuk memenuhi impian penduduk kota yang terus berkembang untuk masa depan yang berkelanjutan dan sejahtera.

Di perkotaan masih sering ditemui penduduk miskin yang tinggal di daerah kumuh, yang seringkali tidak mendapatkan akses ke perumahan dengan harga yang terjangkau, layanan dasar yang berkualitas baik dan pekerjaan yang lebih baik.

Kita dapat memberi perhatian terhadap beberapa permasalahan dan tantangan perkotaan menurut Kementerian PPN/Bappenas, yaitu sebagai berikut:

1. Pemenuhan standar pelayanan perkotaan.

2. Kemiskinan, masalah sosial, dan keamanan di kota besar.

3. Kualitas dan produktivitas sumber daya manusia, modal sosial dan belum termanfaatkannya sosial- budaya.

4. Terbatasnya sumber pendanaan untuk pembiayaan pembangunan perkotaan.

5. Peraturan yang berorientasi kepada sektoral versus pendekatan yang terintegrasi antar kota dalam sistem kewilayahan.

6. Kualitas dan kapasitas aparatur pemerintah kota/kabupaten, partisipasi masyarakat, profesional, dan swasta.

7. Efisiensi dan pengendalian.

8. Penyediaan lahan, tidak terkontrolnya pemanfaatan ruang dan pengelolaan lingkungan.

9. Rendahnya daya saing, produktivitas, belum berkembangnya ekonomi lokal kota.

10. Kesenjangan antar kota, antar wilayah, antara desa dan kota.

Saya meyakini bahwa pembangunan kota di seluruh daerah termasuk Kota Malang membutuhkan partisipasi segenap warga. Partisipasi aktif dan kontribusi dari seluruh anggota masyarakat memiliki dampak positif yang signifikan dalam berbagai aspek pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dengan melibatkan berbagai pihak dan sektor dalam upaya membangun kota, dapat menciptakan lingkungan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkualitas bagi semua penduduknya.

Pembangunan perkotaan adalah semua pembangunan yang dilakukan pemerintah, masyarakat dan swasta di wilayah kota dan perkotaan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi daerah. Pengertian tersebut berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 650/989/IV/Bangda, tanggal 5 Juni 2020, tentang pedoman umum penyusunan Pembangunan Perkotaan (PDPP). Program Dasar
Kita dapat mempelajari beberapa peran serta dari seluruh elemen masyarakat yang dapat turut membangun kota sebagai berikut:

1. Masyarakat Lokal

Warga kota memiliki peran kunci dalam membangun kota. Mereka dapat berpartisipasi dalam kegiatan komunitas, mendukung proyek-proyek sosial, dan memberikan masukan untuk perencanaan perkotaan.

2. Pemerintah Daerah

Pemerintah daerah bertanggung jawab untuk merencanakan, mengembangkan, dan mengelola kota. Mereka dapat membangun infrastruktur yang diperlukan, mengatur tata ruang, dan menerapkan regulasi untuk memastikan pertumbuhan yang teratur dan berkelanjutan.

3. Pengusaha dan Industri

Pengusaha dan industri memiliki peran dalam menciptakan lapangan kerja, investasi, dan pertumbuhan ekonomi. Mereka juga dapat berkontribusi melalui tanggung jawab sosial perusahaan, inovasi, dan berkelanjutan. pembangunan

4. Pendidikan dan Penelitian

Institusi pendidikan dan penelitian dapat memainkan peran penting dalam pembangunan kota melalui pengembangan sumber daya manusia berkualitas, penelitian inovatif, dan transfer pengetahuan ke masyarakat.

5. Organisasi Non-Pemerintah

Organisasi non-pemerintah (NGO) sering berfokus pada masalah sosial dan lingkungan. Mereka dapat berpartisipasi dalam proyek-proyek lingkungan, kampanye kesadaran lingkungan dan kesehatan, dan program sosial untuk meningkatkan kualitas hidup di wilayah perkotaan.

6. Desainer dan Arsitek

Desainer dan arsitek profesional memiliki peran dalam merancang lingkungan yang fungsional, estetis, dan berkelanjutan. Mereka dapat menciptakan desain perkotaan yang mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

7. Pengembang Properti

Pengembang properti berperan dalam membangun infrastruktur, tempat tinggal, dan area komersial. Mereka dapat memastikan bahwa proyek-proyek ini diintegrasikan dengan baik dalam tata kota yang sudah ada.

8. Media dan Komunikasi

Media memiliki peran dalam menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran tentang isu-isu perkotaan. Mereka dapat memainkan peran dalam membangun opini publik yang mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.

9. Kelompok Keagamaan dan Sosial

Kelompok keagamaan dan sosial dapat menyediakan layanan sosial, pendidikan, dan bantuan yang dapat meningkatkan kualitas hidup warga kota menjadi lebih baik dan sejahtera.

10. Pariwisata

Industri pariwisata juga dapat berkontribusi dalam membangun kota dengan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi lokal.

Yang belum membaca part sebelumnya boleh nggih dari Part 1: Sukses Melibatkan Allah Bab 1, Perjuangan Memulai Usaha