Menu ||

Menu X

Part 18: Sukses Melibatkan Allah Bab 7, Pengelolaan Permodalan Usaha untuk Pengembangan Bisnis

Pengelolaan Permodalan Usaha untuk Pengembangan Bisnis

Berikut ini 8 tips yang bisa kita gunakan dalam pengelolaan modal bisnis:

1. Rencanakan Jumlah Dana yang Dibutuhkan

Ketika akan memulai sebuah usaha, maka hitunglah terlebih dahulu kebutuhan awal dan kebutuhan dalam menjalankan operasional perusahaan. Rencanakan kebutuhan dana dan penggunaannya, seperti untuk sewa tempat, pembelian alat dan perlengkapan usaha, operasional awal, dan dana untuk pembayaran gaji dalam 3 bulan. Kebutuhan besarnya dana harus dihitung secara detail sebelum mulai mencari modal.

2. Tetapkan Jumlah Kebutuhan Dana dari Pihak Eksternal

Setelah rencana kebutuhan dana dihitung secara detail, maka langkah selanjutnya adalah merencanakan darimana sumber modal untuk memenuhi kebutuhan dana. Sebagian modal atau keseluruhan modal bisa berasal dari dana pribadi. Apabila tidak mencukupi, buatlah perencanaan yang matang untuk menambah modal dari pihak luar. Pertimbangkan kemampuan untuk mengembalikan pinjaman tersebut.

3. Pertimbangkan untuk Menjual Aset Pribadi

Langkah lain untuk mendapatkan modal adalah dengan menjual atau menggadaikan asset yang dimiliki. Asset pribadi yang bisa dijual atau digadaikan seperti kendaraan, barang elektronik, ataupun perhiasan. Modal dari penjualan atau penggadaian asset harus digunakan sebaik mungkin dan harus direncanakan untuk dikembalikan terlebih dahulu dari hasil usahanya.

4. Mendapatkan Modal dari Investor

Langkah lainnya adalah dengan mencari investor atau bekerja sama dengan relasi. Dalam hal ini, perlu dipertimbangkan juga bagi hasil yang akan didapat oleh investor dan relasi bisnis. Perlu diperhitungkan dengan matang jumlah yang akan di dapat oleh investor sebagai timbal balik dari dana yang ditanamkan.

5. Modal Usaha dari Crowdfunding

Salah satu cara untuk mendapatkan modal usaha adalah dengan cara crowdfunding, yaitu dengan cara menggalang dana dari beberapa orang. Niat awal yang harus senantiasa ditanamkan adalah dalam rangka tolong menolong dalam hal kebaikan. Adapun hal terpenting yang harus menjadi perhatian bagi pelaku bisnis yang menggunakan mekanisme crowdfunding adalah tidak menggunakan dana yang melanggar prinsip yang diperintahkan oleh Allah SWT.

6. Modal dari Angel Investor

Cara berikutnya adalah mencari angel investor, yaitu investor yang tidak mengharapkan dananya kembali. Biasanya angel investor akan mendanai bisnis-bisnis startup. Tidak mudah untuk menemukan angel investor. Untuk dapat menemukannya, maka jaringan relasi yang dimiliki haruslah luas. Dengan memiliki jaringan relasi yang luas, memungkinkan untuk menemukan satu angel investor.

7. Lakukan Investasi dengan Bijak

Pada saat melakukan keputusan untuk berinvestasi, maka perlu keberanian untuk melakukan investasi yang diharapkan dapat memberikan pengembalian sesuai tujuan Perusahaan. Hal penting saat memutuskan berinvestasi adalah melakukan riset dan mempertimbangkan resiko yang mungkin terjadi.

8. Memiliki Dana Darurat

Pengusaha perlu melakukan alokasi dana darurat yang dapat digunakan untuk mengantisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak terduga di kemudian hari.
Ketika modal sudah didapatkan untuk menjalankan sebuah usaha, maka modal tersebut haruslah dikelola dengan baik.

Terdapat 8 kesalahan yang harus kita hindari dalam mengelola modal usaha yaitu:

1. Merekrut Pegawai yang Tidak Dibutuhkan Kesalahan yang paling umum dilakukan adalah mengalokasikan dana untuk mempekerjakan pegawai yang kurang dibutuhkan atau bahkan tidak dibutuhkan. Ketika volume pekerjaan bertambah, orang cenderung untuk menambah pegawai, bukan meningkatkan kompetensi pegawai. Alhasil beban untuk membayar gaji akan membengkak dan menjadi beban perusahaan.

2. Tidak Mengembangkan Potensi Pegawai Apabila sudah ada pegawai-pegawai yang sesuai dengan budaya kerja perusahaan, sebaiknya perlu dilakukan pengembangan kompetensi pegawai. Tentunya hal ini sangatlah relevan untuk bisnis yang sedang berkembang menjadi lebih besar. Dengan memberikan akses kepada pelatihan peningkatan kompetensi, perusahaan tidak akan kerepotan dalam pergerakan bisnisnya.

3. Menggunakan Uang Perusahaan untuk Keperluan Pribadi

Ketika sebuah usaha sudah menampakkan hasil, maka godaan utama adalah keinginan dari pemilik untuk menggunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadinya. Perlu diingat bahwa bisnis yang sukses juga butuh komitmen dari pemiliknya untuk tidak menggukana dana perusahaan untuk kepentingan pribadi. Keuntungan bisnis akan lebih bermanfaat apabila diputar untuk modal pengembangan perusahaan.

4. Tidak Memiliki Kas yang Cukup

Salah satu kesalahan yang sering muncul dalam perusahaan adalah meremehkan pengeluaran perusahaan dan terlalu berharap pada penghasilan usaha. Seringkali pengeluaran-pengeluaran tersebut tidak dipertimbangkan dalam tahap pembuatan rencana dan biasanya pengeluaran-pengeluaran yang relatif kecil tetapi frekuensinya banyak. Di sisi lain, pendapatan usaha dapat lebih kecil dari perkiraan yang dibuat.

5. Tidak Melakukan Pembukuan yang Detail dan Tertib

Pembukuan adalah hal mendasar yang dapat menjadi patokan terbaik dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, pembukuan harus ditulis dengan detail dan tertib semua transaksi yang terjadi, berapapun nominal uangnya. Ketika ada satu transaksi tidak dicatat maka laporan pembukuan atau laporan keuangan tidak dapat menggambarkan kondisi keuangan perusahaan dengan baik.

6. Pengeluaran yang Tidak Dikendalikan

Pengeluaran yang terjadi di organisasi bisnis kita, wajib mampu menghadirkan pemasukan. Tidak dibenarkan apabila ada pengeluaran yang tidak terkendali atau di luar perencanaan. Apabila hal ini dibiarkan, maka akan menyebabkan defisit anggaran dan bisa menjadi salah satu sebab kebangkrutan.

7. Tidak Memperhatikan Arus Kas

Orientasi dalam menumbuhkan bisnis wajib tetap memperhatikan arus kas di Perusahaan. Jangan sampai organisasi bisnis kita tidak memiliki kas yang aman untuk keberlanjutan Perusahaan.

8. Tidak Menambah Sumber Pemasukan Baru

Setiap bisnis wajib didorong untuk terus mampu menghasilkan sumber-sumber pemasukan baru agar bisa menghidupi kebutuhan organisasi bisnis.

Modal usaha harus dikelola secara jujur, Amanah dan profesional agar bisa memberikan keuntungan dan keberlanjutan usaha serta keberkahan.

Yang belum membaca part sebelumnya boleh nggih dari Part 1: Sukses Melibatkan Allah Bab 1, Perjuangan Memulai Usaha