Saya dalam menjalani kehidupan rumah tangga terus berusaha agar dapat membangun keluarga yang sakinah atau keluarga bahagia, saya terus berupaya secara konsisten untuk melaksanakan 11 hal berikut ini:
1. Memperkuat Hubungan dengan Allah SWT
Keluarga yang mencintai Allah SWT akan semakin membuat keluarga bahagia dan harmonis, karena hubungan yang baik dengan Allah SWT akan mempengaruhi hubungan seluruh anggota keluarga. Karena setiap langkah baik itu besar maupun kecil yang di ambil selalu mengingat Allah SWT. Sehingga langkah yang di lakukan tidak akan menyimpang dari ajaran agama.
2. Bersabar Satu Sama Lain
Membangun rumah tangga harmonis tentu tidak semudah membalikkan tangan. Terkadang ada ujian berupa konflik dalam keluarga yang tidak bisa dihindari. Untuk itu, masing-masing anggota keluarga diharapkan untuk selalu jujur dan mempercayai satu sama lainnya dan bersabar apabila ada salah satu keluarga berbuat kesalahan.
3. Memaafkan Kesalahan
Tips dalam membangun keluarga harmonis yang selanjutnya adalah memaafkan kesalahan yang di lakukan oleh anggota keluarga. Seperti dalam Al-Qur’an Surat An-Nuur ayat 22, “Siapapun yang memaafkan dan membuat rekonsiliasi, hadiahnya adalah (karena) dari Allah SWT”. Manusia membuat kesalahan dari waktu ke waktu pada manusia lain, termasuk kepada keluarga mereka sendiri. Jika sebagai kepala keluarga tidak ingin keluarganya terpisah, maka harus diajarkan untuk saling memaafkan dengan besar hati.
4. Memahami Tugas dan Kewajiban Sebagai Orang Tua
Dalam membangun sebuah keluarga yang harmonis, terkadang orang tua lupa akan tugas dan kewajibannya. Sebagai seorang kepala keluarga harus memahami tugas dan tanggung jawab dari masing-masing anggota keluarga, begitu pula sebaliknya.
5. Membangun Komunikasi yang Baik
Komunikasi merupakan suatu hal yang dapat mempengaruhi harmonisnya sebuah keluarga. Karena dengan salah komunikasi akan memunculkan kesalahpahaman yang nantinya dapat memicu adanya pertengkaran. Ketika masing-masing anggota keluarga melakukan aktivitasnya, maka tetaplah jaga komunikasi dan memberikan perhatian satu dengan lainnya. Di era modern seperti sekarang ini, sudah banyak berkembang aplikasi untuk mempermudah sebuah keluarga untuk berkomunikasi meskipun dalam jarak jauh.
6. Menghabiskan Waktu Berkualitas Bersama Keluarga.
Kunci utama dari harmonisnya sebuah keluarga adalah adanya waktu luang untuk bersama-sama semua anggota keluarga. Menghabiskan waktu berkualitas merupakan hal penting yang harus dijaga dalam membangun ikatan keluarga. Ketika suami sebagai kepala keluarga sibuk bekerja, seringkali meninggalkan waktu kebersamaan dengan keluarga di rumah. Jadi seluruh anggota keluarga harus benar-benar mampu untuk mengaturnya dan meluangkan sedikit waktu untuk bersama keluarga meskipun hanya sebentar tetapi berkesan dan berkualitas sehingga akan membuat rumah tangga menjadi harmonis.
7. Tidak Mudah Marah
Tidak hanya memaafkan kesalahan orang lain dalam keluarga, seluruh anggota keluarga juga harus mampu untuk menahan amarah satu sama lainnya. Orang yang kuat bukanlah orang yang dapat mengalahkan orang lain, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu untuk mengendalikan dirinya ketika dia marah.
8. Saling Terbuka Satu Sama Lain
Sikap saling terbuka yaitu sebuah sikap saling percaya antar keluarga. Dengan begitu, maka masing-masing orang akan mengetahui kepribadian, kesenangan, kebiasaan, dan juga hal yang tidak disukai oleh anggota keluarga yang lain. Percaya timbul karena adanya keterbukaan satu sama lain, dan dapat menjadi salah satu kunci dalam menjalin sebuah keluarga yang harmonis.
Inti dari sebuah keluarga yang harmonis adalah adanya rasa cinta, kasih sayang, kepercayaan, kejujuran, rasa syukur dan saling menjalankan hak dan kewajiban masing-masing anggota keluarga.
Untuk dapat membangun keluarga yang harmonis, tidak akan terlepas dari peran besar sosok seorang ayah sebagai kepala rumah tangga. Peran ayah akan memberikan pengaruh dalam pembentukan harmoni sebuah keluarga, karena akan dijadikan sebagai sosok panutan. Selain memberi nafkah, peran kepala keluarga juga memberikan teladan bagi para anggota keluarga lainnya. Peran ayah bukan hanya sebagai sosok yang mencari nafkah, tetapi banyak peran penting lainnya dalam keluarga.
Baca juga part sebelumnya Part 5: Sukses Melibatkan Allah Bab 2, Membangun Keluarga Sakinah
Ada 8 peran penting seorang ayah dalam sebuah keluarga:
1. Menjadi Kepala Keluarga
Menjadi kepala keluarga adalah sebuah peran absolut yang harus di punyai oleh sosok Ayah. Ayah bagaikan nahkoda bagi keluarga yang bakal memandu dan memberi arah pada anggota keluarganya. Bisa dilihat sifat seorang ayah sebagai pemimpin dalam mengambil sebuah keputusan, mengatasi permasalahan antar anggota keluarga dan lain sebagainya. Dan harus dipahamkan kepada semua anggota keluarga lainnya tentang peran ayah sebagai pemimpin dan menghargai setiap usahanya dalam menjaga dan menafkahi keluarga.
2. Menjadi Teladan Bagi Anggota Keluarga.
Sosok ayah adalah panutan bagi anggota keluarga lainnya. Perkembangan tingkah laku anak akan sangat di pengaruhi oleh orang-orang yang ada di sekitarnya, termasuk keberadaan seorang ayah. Maka dari itu, ayah haruslah menjadi panutan bagi setiap anggota keluarganya. Perilaku baik yang di tunjukkan oleh ayah nantinya akan di contoh oleh anak-anaknya dan menjadi landasan bagi pembentukan kepribadiannya kelak.
3. Sosok yang Menghibur
Tegas sebagai kepala keluarga tidak menghilangkan sifat penghibur. Tentunya sifat ini sangat di perlukan ketika ada salah satu anggota keluarga yang merasakan kesedihan. Suka menghibur dapat mempengaruhi dan merubah situasi yang kurang baik bisa menjadi baik, setidaknya hal itu bisa sedikit menenangkan situasi dengan cara menghibur sambil memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anaknya khususnya agar bisa ceria dan bangkit kembali.
4. Menjadi Panutan Kedisiplinan
Seorang ayah juga akan punya andil besar untuk menumbuhkan kedisiplinan pada anak- anak. Budaya disiplin yang di bangun sejak dini membentuk karakter anggota keluarga menjadi baik khususnya dalam menghargai waktu dan hal-hal positif lainnya. Untuk itu, di perlukan dukungan dari istri untuk menanamkan disiplin kepada anak-anak.
5. Sebagai Imam Keluarga
Ayah adalah seorang imam bagi keluarga. Orang yang berperan dalam membangun pondasi-pondasi keagamaan untuk anggota keluarga yang lain dalam menjalani kehidupan. Ayah memiliki tugas untuk membimbing keluarganya terhindar dari perilaku yang buruk. Ayah juga yang akan menanamkan nilai-nilai agama dalam keluarga sebagai pondasi kehidupan yang baik agar terhindar dari perilaku yang menyimpang dan terjerumus dalam pergaulan negatif.
Seorang ayah memiliki tanggung jawab yang besar sebagai kepala keluarga. Ayah tidak hanya bertindak sebagai tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah, tetapi juga bertanggung jawab mendidik anggota keluarganya untuk mengenal nilai-nilai agama dan nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat.
Keluarga menjadi sempurna karena hadirnya anak di tengah-tengah mereka. Kehadiran anak memberi tugas dan tanggungjawab baru bagi suami dan istri. Mereka menjadi seorang ibu dan seorang ayah. Anak adalah anugerah terbesar yang Allah SWT berikan kepada pasangan yang di percaya. Orangtua memiliki tugas menghantarkan putra putri mereka sampai kepada jenjang kesuksesan. Tugas orang tua memberi bekal yang cukup untuk kehidupan putra/putri mereka untuk mampu hidup layak dan bermartabat di zamannya.
6. Pemberi Motivasi
Apabila dalam suatu waktu tertentu anggota keluarga ada sedang ada permasalahan atau kesulitan, maka ayan berperan untuk memberikan motivasi yang positif.
7. Pelindung Keluarga
Ayah sangat berperan penting untuk melindungi seluruh anggota keluarganya dari bahaya baik secara fisik maupun non fisik. Sehingga, seluruh anggota keluarga dapat merasa aman.
8. Teman
Ayah yang bijaksana adalah ayah bisa menjadi teman atau sahabat untuk mendengarkan berbagai hal serta membantu memberikan saran.
Yang belum membaca part sebelumnya boleh nggih dari Part 1: Sukses Melibatkan Allah Bab 1, Perjuangan Memulai Usaha